Tempat-Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah
Kota Madinah Al-Munawarah

Berkunjung ke tanah suci dalam rangka menunaikan ibadah haji atau umrah merupakan salah satu cita-cita yang tertanam dalam setiap probadi muslim. Selain melaksanakan ibadah, tak lengkap pula rasanya kalau kita tidak mengunjungi tempat-tempat bersejarah di dua kota haram tersebut. Berikut ini adalah ulasan secara singkat tentang tempat-tempat yang wajib dikunjungi di kota Madinah Al-Munawarah.

1. Keutamaan Madinatul Rasul

Abdul Basit bin Abdul Rahman fla lam bukunya "Al-Madinah Al-Munawarah Fadhailuha Wa tarikhuha" mengemukakan bahwa Madinah terletak di tengah-tengah padang pasir yang subur. Di sebelah barat laut dikelilingi bukit Silaa’, di sebelah selatan bukit E'ir dan Wadi Al Aqiq, sebelah utara Jabal Uhud, JabalTsur dan Wadi Qanat. Di sebelah timur adalah kawasan Tanah Hitam (Harrah) Waqim Asy-Syariyyah dan di sebelah barat adalah Harrall Wabrah Al-Gharbiyyah. Rasulullah menjadikan Madinah sebagai tanah haram atau Tanah Suci setelah Makkah Al-Mukarramah. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Nabi Muhammad Saw bersabda yang artinya:

Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah mengharamkan Makkah dan berdo'a untukn-ya dan aku mengharamkan Madinah sebagaimana Nabi Ibrahim mengharamkan Makkah dan aku berdo'a untuk keberkatan Madinah baik dalam mud maupun sha'nya. Sebagaimana Nabi Ibrahim As. berdo'a untuk Makkah. Menurut sebuah riwayat: Ya Allah jadikanlah keberkahan Madinah dua kaii lipat dari pada keberkahan .yang Engkau jadikan bagi Makkah (HR. al-Bukhari).

Kemudian tentang keistimewaan atau kelebihan Madinah antara lain:

  • Jumhur Ulama seperti Imam Malik, Imam dan Ahmad menyatakan bahwa menangkap binatang buruan dan memotong pohon yang tumbuh di Madinah hukumnya haram, berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw. yang artinya: Dan aku mengharamkan Madinah di antara dua tanah hitamnya, jangan dipotong pohon-pohonnya dan jangan ditangkap binatang buruannya.(HR. Muslim).
  • Ancaman melakukan kezaliman atau kemaksiatan di Madinah, sebagaimana sebuah hadits Nabi Muhammad Saw. yang artinya sebagai berikut: Dari Ali bin Abi Thalib berkata barhwasanya Nabi SAW bersabda: Madinah adalah tanah haram, letaknya di antara bukit E'ir dan bukit Tsur. Barang siapa yang melakukan kezaliman (kemaksiatan) di dalamnya, maka baginya laknat Allah, Malaikat dan manusia seluruhnya dan semua amal baiknya yang wajib maupun yang sunat tidak akan diterima OLeh Allah pada hari kiamat. (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Ketenangan hati orang-orang yang beriman apabila masuk kota Madinah. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw. yang artinya: Dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Sesungguhnya iman akan berkumpul di Madinah sebagaimana berkumpulnya ular ke sarangnya. (HR. al-Bukhari). Hadits ini tertulis dengan kaligafi arab dari logam perak di samping mihrab Rasulullah Saw dalam Masjid Nabawi.

2. Masjid Nabawi

Shalat di Masjid Nabawi nilainya sangat tinggi sebagaimana sabda Nabi Saw yang artinya:
Dari Jabir Ra, sesungguhnya Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda: Shalat masjidku lebih mulia nilainya 1.000 dari pada shalat di masjid lain, kecuali di masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih mulia nilainya 100.000 kali dari pada shalat di masjid lain (HR. Ahmad)
Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah ziarah masjid nabawi
Masjid Nabawi

a. Sejarah Berdirinya.

Waktu Rasulullah Saw. masuk Madinah, kaum Anshar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun Rasulullah Saw. menjawab dengan bijaksana: “Biarkanlah unta ini berjalan, karena ia diperintah Allah". Setelah sampai di hadapan rumah Abu Ayyub al-Anshari, unta tersebut berhenti, kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayyub al-Anshari tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan di rumah Abu Ayyub al-Anshari, Nabi mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As'ad bin Zurarah diserahkan sebagai wakaf. Sebagian lagi dibeli dari milik anak yatim Sahal dan Suhail anak Amir bin Amarah di bawah asuhan Mu'adz bin Atrah.

Waktu membangun Masjid Nabi meletakkan batu pertama selanjutnya kedua, ketiga, keempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah (setinggi ± 2 m). Tiang-tiangnya dari batang kurma, atap dari pelepah daun kurma, halaman ditutup dengan batu-batu kecil, kiblat menghadap Baitul Maqdis, karena waktu itu perintah Allah untuk menghadap Ka'bah belum turun. Pintunya tiga buah yaitu pintu kanan, pintu kiri dan pintu belakang. Panjang masjid 70 hasta, lebar 60 hasta. Dengan demikian masjid itu sederhana sekali tanpa hiasan. Masjid tersebut dibuat tahun ke-1 Hijniyah. Di sekitar masjid dibangun tempat keluarga Rasulullah Saw., di sebelah timur masjid dibangun rumah Siti Aisyah yang kemudian jadi tempat pernakaman Rasulullah Saw. Dan kedua sahabatnya.

b. Raudhah

Raudhah adalah suatu tempat dalam Masjid Nabawi yang letaknya ditandai tiang-tiang putih, berada di antara ramah Siti Aisyah (sekarang makam Rasulullah Saw) sampai mimbar. Luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 m dan dari utara ke selatan 15 m. Raudhah tempat yang makbul untuk berdo'a, Sabda Saw.: Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah (taman) antara taman-taman surga. (Diriwayatkan 5 orang ahli hadist).

c. Mihrab

Masjid Nabawi mula-mula tanpa Mihrab. Mihrab pertama dibangun tanggal 15 Sya'ban tahun ke-2 H setelah Rasulullah Saw. menerima perintah memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis di Yerussalem ke Baitullah di Makkah. Mihrab yang sekarang ini, seluruhnya ada 5 buah, yaitu:

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah mihrab nabawi
Mihrab Nabawiyah

  1. Mihrab Nabawi, sebelah timur mimbar. Tempat ini mula-mula dipakai untuk imam waktu Rasulullah Saw, memimpin shalat. Mihrab yang sekarang ini merupakan hadiah dari Al-Asyraf Qait Bey dari Mesir.
  2. Mihrab Sulaiman di sebelah kiri mimbar bentuknya sama dengan bentuk Mihrab Nabawi. Mihrab ini dibangun pada tahun 938 H merupakan hadiah dari Sultan bin Salim dari Turki.
  3. Mihrab Usmany, terletak di tengah-tengah dinding arah kiblat yang sekarang digunakan imam memimpin shalat berjamaah.
  4. Mihrab Tahajjud, di sebelah utara jendela makam Rasulullah Saw., bentuknya lebih kecil dari Mihrab Nabawi maupun Sulaiman. Di tempat ini Rasulullah Saw. Sering melakukan Tahajjud dan mihrab ini mengalami perubahan pada zaman Sultan Abdul Majid.
  5. Mihrab al-Majidi, di sebelah utara Dakkatul Agawat, jaraknya kurang 4 meter. Dakkatul Agawat itu tempatnya agak meninggi antara mihrab Tahajjud dan Mihrab al-Majidi, panjangnya 12 m, dan tingginya 0,5 m. Tempat ini dahulunya adalah tempat berkumpulnya fakir miskin ahlus suffah.

3. Makam Rasulullah Saw.

Makam Nabi Muhammad Saw dahulu dinamakan Maqsurah. Setelah Masjid itu diperluas, makam ini termasuk di dalam bangunan. masjid. Pada hangunan ini terdapat empat buah pintu:

  1. Pintu sebelah kiblat dinamai pintu At-Taubah.
  2. Pintu sebelah timur dinamai pintu Fatimah.
  3. Pintu sebelah utara dinamai pintu Tahajjud.
  4. Pintu sebelah barat ke Raudah (sudah ditutup).

Dalam ruangan ini terdapat 3 buah makam, yaitu makam Rasulullah Saw., Abu Bakar Assiddiq Ra., dan Umar Ibnul Khattab Ra.
Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah makam rasulullah
Pintu Makam Rasulullah saw

Waktu Ziarah ke makam Rasul dan Raudhah.

Masjid Nabawi berbeda dengan Masjidil Haram Makkah yang terbuka untuk jemaah selama 24 jam, karena Masjid Nabawi hanya dibuka pada. jarn 03,00 - 22.00 Waktu Saudi Arabia, maka waktu untuk ziarah diatur sebagai berikut: Jemaah haji perempuan dapat mengunjungi Raudhah dan ziarah ke makam Rasulullah Saw, pada pukul 07.00 sampai dengan 10.00 dan pukul 13.30 sampai dengan pukul 15.00 Waktu Saudi Arabia, tempatnya terpisah dengan laki-laki yang dibatasi dengan sekat yang dipasang khusus ketika perempuan berziarah.

4. Makam Baqi’ Al-Ghargad

Baqi’ al-Ghargad adalah tanah kuburan sejak zaman Jahiliyah sampai sekarang. Jemaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi’, letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di tempat itu dimakamkan Usman bin Affan Ra. (Khalifah III), dan para istri Nabi Muhammad Saw, yaitu Siti Aisyah Ra., Ummi Salamah Ra., Juwairiyah Ra., Zainab Ra., Hafsah bin Umar bin al-Khattab Ra., dan Mariyah Al Qibtiyah Ra. Putera dan puteri Rasulullah Saw. di antaranya Ibrahim, Siti Fatimah, Ummu Kulsum.

Demikian pula Ruqayya Halimatus Sa'diyah ibu susu Rasulullah Saw. Di sini pula dimakamkan Ulama Thabiin Khubra Imarn Nafi (guru Imam Malik bin Anas). Sahabat yang mula-mula dimakamkan di Baqi’ ialah Abu Umamah, Hasan bin Zararah dari kaum Anshar dan Usman bin Maz'un dari golongan Muhajirin. Dikenal dengan nama Baqi’ al-Gharqad karena di sini dahulu kala tumbuh pohon-pohon Gharqad (gerumbul-gerumbul pohon Ghargad/sejenis pohon-pohon yang berdaun kecil dan berduri). Di Baqi’ al-Gharqad ini Rasulullah Saw membaca salam/do'a yang artinya sebagai berikut:

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah makam baqi al-gharqad
Makam Baqi Al-Gharqad

Mudah-mudahan sejahtera atas kamu sekalian wahai (penghuni) tempat kaum yang beriman! Apa yang dijanjikan kepadamu yang masih ditangguhkan besok itu, pasti akan datang kepadamu, dan kami Insya Allah akan menyusulmu. Ya Allah! Ampunilah ahli Baqi’ Al- Ghargad. (HR. Muslim).

5. Masjid Quba

Masjid Quba adalah sebuali masjid yang terletak di daerah Quba. Quba itu sendiri terletak sekitar 5 km sebelah barat daya Madinah. Waktu Nabi Muhammad Saw. berhijrah ke Madinah, orang-orang pertama yang menyongsong kedatangan Rasulullah Saw adalah penduduk Quba. Karena orang-orang Quba dan Madinah belum mengenal Nabi maka tatkala Nabi bersama pengiring tunggalnya yaitu Abu Bakar Assiddiq datang dengan berpakaian yang sama-sama putih mereka ragu-ragu mana yang Nabi. Hal ini menarik perhatian Abu Bakar untuk menghilangkan keragu-raguan mereka, maka Abu Bakar memegang selendangnya dan dilindungkan di atas kepala Nabi. Dengan demikian maka para penjemput mengerti yang mana Nabi.

Kedatangan Nabi di Quba pada hari Senin tanggal 12 Rabi' ul Awal tahun 13 kenabiannya atau tahun 53 dari kelahiran beliau. Menurut keterangan Mahmud Pasya Al Falaki, seorang ulama ahli falak terkenal di Mesir, bahwa hari kedatangan Nabi di Quba adalah berte patan denan tanggal 20 September 622 M, dan pada waktu itu di Quba beliau menempati rumah Kalsum bin Hadam dari Kabilah Amir bin Auf.

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah masjid quba
Masjid Quba

Di Quba inilah beliau mendirikan Masjid di atas sebidang tanah Kalsum bin Hadam yang dibelinya. Batu pertama diletakkan oleh Nabi sendiri, kemudian berturut-turut diletakkan oleh Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib. Selanjutnya dikerjakan oleh sahabat Muhajirin dan Anshar sampai selesai.

Masjid Quba adalah masjid yang pertama-tama didirikan oleh Nabi Muhammad Saw. dan masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad Saw 2 kali, pertama ketika kiblatnya menghadap Baitul Maqdis dan kedua ketika kiblatnya menghadap Baitullah. Dalam membangun masjid ini beliau dibantu Malaikat Jibril yang memberi petunjuk kiblat masjid tersebut.

Letak masjid Quba saat ini berada di sudut perempatan jalan tidak jauh dari jalan baru yang menghuhungkan Madinah-Makkah-Jeddah. Rasulullah Saw. sangat mementingkan mendatangi rmasjid ini setiap hari sabtu sebagaimana dalam sabdanya:

Setiap hari Sabtu Rasulullah Saw mendatangi masjid Quba berkendaraan atau berjalan kaki dan beliau shalat sunat dua rakaat dalamnya. Rasultiliah Saw, memberikan dorongan atau menganjurkan datang ke masjid Quba seraya berkata: Siapa saja yang bersuci (membersihkan diri dari najis dan hadats) di rumahnya, kemudian datang ke masjid Quba dan shalat dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah. (Hadits riwayat, Ahmad Nasa'i, Ibnu Majah, dan Hakim).

6. Jabal Uhud (Bukit Uhud)

Jabal Uhud adalah nama sebuah bukit terbesar di Madinah. Letaknya sekitar 5 km dari pusat kota Madinah. berada di pinggir jalan lama Madinah-Makkah. Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sebanyak 700 orang melawan kaum musyrikin sebanyak 3000 orang. Dalam pertempuran tersebut sebanyak 70 orang syuhada gugur. Di antaranya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad Saw.

Perang Uhud terjadi pada tahun ke-3 H. Waktu kaum musyrikin Makkah sampai di perbatasan Madinah, umat Islam mengadakan musyawarah bersama para sahabat yang dipimpin Nabi Muhammad Saw. Banyak para sahabat mengusulkan agar umat Islam menyongsong kedatangan musuh di luar kota Madinah, usul ini akhirnya disetujui oleh Nabi Muhammad Saw.

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah jabal uhud
Jabal Uhud

Nabi Muhammad Saw menempatkan beberap orang pemanah di atas gunung arrimah (bukit sebelah utara uhud), di bawah pimpinan Mash'ab bin Umair untuk mengadakan serangan-serangan bilamana kaum musyrikin mulai menggempur kedudukan umat Islam. Dalam perang yang dahsyat tersebut umat Islam sempat mendapat kemenangan yang gemilang sehingga kaum musyrikin pontang-panting. Namun, pemanah umat Islam yang berada di atas gunung tergoda, setelah melihat barang-barang yang ditinggalkan oleh musuh, sebagian besar mereka meninggalkan pos untuk turut mengambil harta rampasan perang, padahal Nabi Muhammad Saw. Telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan pos apapun yang terjadi.

Adanya pengosongan pos oleh pasukan pemanah tersebut dimanfaatkan oleh Khalid Walid (sebeluni masuk Islam) seorang ahli strategi yang memimpin tentara berkuda (kaum musyrikin) menggerakkan tentaranya kembali guna menyerang dari arah belakang (selatan) sehingga umat Islam mengalami kekalahan yang tidak sedikit yaitu sampai 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada. Dalam perang ini Hindun binti ‘Utbah mengupah Wahsyi Alhabsyi, budak Zubair. untuk membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, karena ayah Hindun dibunuh oleh Hamzah dalam perang Badar. Begitu pula Zubair bin Mut'im berjanji kepada Wahsyi akan memerdekakannya. Nabi Muhammad Saw. sendiri dalam peperangan tersebut luka-luka dan beberapa buah giginya juga tanggal. Para sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai Nabi. Muhammad Saw. gugur karena badannya penuh dengan anak panah.

Setelah perang usai kaum musyrikin mengundurkan diri kembali ke Makkah. Selanjutnya Nabi Muhammad Saw. memerintahkan agar mereka yang gugur dimakamkan di tempat mereka roboh. Dengan demikian ada satu liang kubur berisi beberapa syuhada.

Assalamu'alaika paman Nabi Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib. Assalamu'alaika wahai singa Allah dan singa Rasulullah. Assalamu’alaika wahai penghulu syuhada. Assalamu’alaika wahai Masy'ab bin Umair, Assalamu'alaika wahai panglima pasukan pemanah, Assalamu’alaikum wahai yang mengokohkan kedua kakinya di atas gunung arrimah sampai datang ajalnya.

7. Masjid Qiblatain

Masjid Qiblatain pada awalnya dikenal dengan nama masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas tanah bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq. Pada permulaan Islam. orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem, Palestina.

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah masjid qiblatain
Masjid Qiblatain

Pada tahun ke-2 (dua) Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu Zhuhur turunlah wahyu surat Al-Baqarah ayat 144. Yang memerintahkan Rasulullah Saw. dan umatnya menjadikan Masjidil Haram (Ka'bah di Makkah Al-Mukaramah) sebagai kiblat. Pada waktu Ashar para sahabat shalat berjamaah di Masjid Qiblatain masih menghadap Baitul maqdis. Di sela shalat berjamaah tersebut datang sahabat yang masbuq dan berteriak Rasulullah Saw. dan sahabatnya di Masjid Nabawi telah beralih kiblat ke Masjidil Haram, maka serentaklah imam dan makmumnya mengubah arah kiblat dari Baitul Muqoddas ke Masjidil Haram.

Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.

8. Khandaq/Masjid Khamsah

Khandaq dari segi bahasa berarti parit. Dalam sejarah Islam yang dimaksud Khandak adalah peristiwa penggalian parit pertahanan sehubungan dengan peristiwa pengepungan kota Madinah oleh kafir Quraisy hersama dengan sekutu-sekutunya dari Yahudi Bani Nadir, Bani Ghathlan dan lain-lainnya.

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah masjid khamsah
Masjid Khamsah

Pada saat Rasulullah Saw. Mendengar kafir Quraisy bersama sekutu-sekutunya akan menggempur kota Madinah, Rasulullah Saw. bermusyawarah dengan para sahabat-sahabatnya, bagaimana cara menanggulangi penyerangan tersebut.

Pada waktu itu sahabat Nabi, Salman Al-Farisi memberikan saran supaya Rasulullah Saw. membuat benteng pertahanan berupa parit, usul tersebut diterima oleh Rasulullah Saw. Maka digalilah parit pertahanan tersebut di bawah pimpinan Rasulullah Saw. sendiri.

Peristiwa pengepungan kota Madinah ini terjadi pada bulan Syawal tahun ke lima Hijriyah. Peninggalan perang Khandaq yang ada sampai sekarang hanyalah berupa lima buah pos yang dulunya berjumlah tujuh, yang menurut sebagian riwayat tempat tersebut adalah bekas pos penjagaan, dan sekarang ini dibangun Masjid yang megah di Khandaq.

Masjid Al-Ijabah

Masjid Al-Ijabah adalah masjid yang terletak di sebelah utara barat laut dari Masjid Nabawi yang dulunya dikenal dengan nama Manazil Bani Muawiyah dan sekarang terkenal dengan nama Masjid Al-ljabah disebabkan karena Rasulullah Saw. pada suatu hari lewat di Masjid Bani Muawiyah dan mampir shalat dua rakaat dengan do'a yang sangat panjang dan para sahabat ikut shalat bersamanya. Selesai Rasulullah Saw. shalat beliau berbalik kepada sahabatnya dan bersabda:

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah masjid al ijabah
Masjid Al-Ijabah

Saya telah meminta kepada Tuhanku tiga dikabulkan dua dan ditolak satu (yaitu) aku memohon kepada-Nya agar Tuhanku tidak membinasakan umatku dengan bencana musim, maka Tuhanku mengabulkannya, dan aku memintanya untuk tidak menghancurkan umatku dengan bencana tenggelam, maka Tuhanku mengabulkan, aku memohon kepada Tuhanku untuk tidak terjadi derita karena permusuhan di antara mereka, maka Tuhanku menolaknya. (HR. Muslim).

10. Masjid Jum'ah

Masjid Jum'ah terletak sekitar 500 meter sebelah utara Masjid Quba, yaitu satu tempat yang dulunya ditempati oleh Bani Salim bin Auf. Rasulullah Saw. mampir ke tempat tersebut, lalu tibalah waktu shalat Zhuhur pada hari jum'at, lalu Rasulullah Saw. shalat dua rakaat didahului dua khutbah dan inilah merupakan shalat berjamaah jum'at pertama yang dilaksanakan oleh Rasulullah Saw.

Walaupun perintah shalat berjamaah jum'at telah turun sebelum itu yaitu sewaktu Rasulullah Saw. masih berada di Makkah, dan Rasulullah Saw. Tidak melaksanakannya karena menghindari azab musyrikin Makkah. Akan tetapi pada waktu itu Mas'ab bin Umair telah melaksanakannya di Quba di tempat Bani Amru bin Auf yang selanjutnya menjadi bagian dari Masjid Quba yang dibangun oleh Rasulullah Saw. di saat berhijrah.

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah masjid jum'ah
Masjid Jum'ah

Di riwayat yang lain disebutkan sahabat pertama yang melaksanakan shalat berjamaah jum'at sebelum Rasulullah Saw. ialah As'ad bin Zurarah. Adapun khutbah yang disampaikan Rasulullah Saw. di Masjid ini yang selanjutnya disebut dengan Masjid Jum'ah merupakan khutbah pertama yang disampaikan Rasulullah SAW dalam Shalat Jum'at.

11. Masjid Abi Zarr Al Ghifari

Masjid ini dahulunya dikenal dengan nama Masjid Al-Bukhair, yaitu masjid yang dulunya terletak di sebuah perkebunan sekitar 650 meter dari Masjid Nabawi.

Masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Assajadah karena Rasulullah Saw. pernah mampir ke masjid ini dan shalat dua rakaat sedangkan sujud akhirnya panjang sekali sehingga saking panjangnya sahabat mengira dan khawatir Rasulullah Saw. telah meninggal dalam sujudnya. Setelah itu beliau bangkit dan menyelesaikan shalatnya. Selepas shalat sahabat Abdurrahman bin Auf bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang sujud-Nya yang panjang dan kekhawatiran mereka atas wafatnya Rasulullah Saw. dalam sujud, maka Rasulullah Saw. menjawab:

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah masjid abi zarr al ghifari
Masjid Abi Zarr Al-Ghifari

Sesungguhnya Jibril menghiburku bahwasanya siapa saja bershalawat kepadaku, Allah Swt. akan shalawat pula kepadanya, dan siapa saja yang memberi salam kepadaku, niscaya Allah Swt. akan memberi salam pula kepadanya. (HR. Baihaqi dan Imam Ahmad). Berdasarkan peristiwa tersebut, masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Shalawat.

12. Masjid Ghamamah

Masjid Ghamamah artinya masjid mendung atau awan tebal. Terletak di arah barat daya Masjid Nabawi sekitar 500 meter. Lokasi masjid ini pada jaman Rasulullah Saw. merupakan alun-alun atau tanah lapang di tengah-tengah kota. Setiap shalat hari raya Idul Fitri atau Idul Adha Nabi selalu melaksanakan di alun-alun ini, juga pada waktu Shalat Istisqa (shalat minta hujan) karena pada acara-acara tersebut Nabi memerintahkan semua kaum muslimin mengikutinya termasuk para wanita yang sedang haid.

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah masjid ghammah
Masjid Ghammah

Ketika Nabi Muhammad Saw dan penduduk kota Madinah melakukan shalat minta hujan, belum lagi acara itu selesai, sudah datanglah mendung kemudian menurunkan hujan. Dari riwayat lain dikatakan "pada suatu ketika Nabi khutbah Idul Fitri terlalu panjang atau lama sehingga para jemaah gelisah karena terik matahari, datanglah mendung atau awan tebal yang menutupi matahari hingga sholat idul fitri tersebut selesai dilaksanakan". Untuk mengingatkan peristiwa ini dibangunlah sebuah masjid yang diberi nama Masjid Ghamamah yang berarti awan atau mendung. Masjid ini sampai sekarang masih digunakan shalat lima waktu bagi orang-orang di sekitarnya, namun tidak lagi digunakan tempat sholat Idul Fitri, Idul adha, Istisqa, atau Jum'atan.

13. Masjid Miqat

Masjid Al-Muhrim adalah nama lain dari Masjid A1-Miqat yang ada di Zul Hulaifah yang saat ini lebih populer dengan nara Masjid Bir Ali atau Abyar Ali. Dinamakan Masjid A1-Muhrim karena di masjid inilah Rasulullah Saw. dan para sahabat mengambil miqat untuk ihram hajinya.

Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah masjid miqat
Masjid Miqat

Masjid Al-Muhrim sendiri terletak di lembah aqiq kira-kira 15 km dari Masjid Nabawi. Masjid Al-Muhrim ini diberi pula nama Masjid Bir Ali atau Zul Hulaifah.

Baca juga artikel lainnya
Tanya Jawab Manasik Haji dan Umrah
Hukum Asuransi dalam Islam - Perbandingan dengan Asuransi Konvensional
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tempat-Tempat Yang Wajib Dikunjungi Di Kota Madinah Al-Munawarah"

Post a Comment